Berita Utama

Asabri | Selasa, 01 November 2016

UNTUKMU KAMI HADIR…

Asabri | Selasa, 01 November 2016

UNTUKMU KAMI HADIR…

UNTUKMU KAMI HADIR

Tercetus pada saat HUT RI ke 70 tahun 2015 Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau lebih dikenal dengan ASABRI memprogramkan membangun 70 titik Sarana dan Prasarana yang pembangunannya diutamakan di wilayah perbatasan dan 70 titik Bedah Rumah bagi Purnawirawan TNI, Polri dan ASN Kemhan maupun ASN Polri. Dari 70 sasaran yang akan dibidik, Atambua merupakan salah satunya. Masih banyak Purnawirawan di Atambua yang belum mempunyai tempat tinggal atau mempunyai tempat tinggal tetapi jauh dari yang namanya standar untuk layak huni. Sebelumnya mereka tinggal di tenda-tenda perbatasan yang ditempakan di stadion olah raga Heluwwen Nusa Tenggara Timur.

Perusahaan plat merah ini merasa prihatin sekali dengan kondisi keadaan Putra Daerah yang sekarang telah purna tugas dahulunya bertugas di timor leste dan memilih untuk integrasi ke Indonesia akibat jajak pendapat pada tahun 1999. Secara umum program yang dijalankan ini merupakan bentuk kepedulian ASABRI dalam mendukung program pemerintah melalui Kementrian BUMN. Pada bulan Juli 2016 dibantu dari Korem setempat tim melakukan pendataan purnawirawan yang rumahnya tidak layak huni untuk dibantu dalam program Bedah Rumah, dari pendataan tersebut tim mengantongi +/- 50 orang yang mengajukan untuk bisa mendapatkan bantuan ini. Pada saat eksekusi hanya 30 rumah yang dapat dipenuhi untuk bisa mendapatkan bantuan dengan komposisi 12 titik masih berbentuk tanah dibangun dari awal dan 18 titik renovasi rumah. Untuk mendapatkan bantuan tersebut melalui proses seleksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku tidak langsung bisa mendapatkannya ada persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi diantaranya peserta yang mengajukan wajib memiliki rumah sendiri dan sudah tidak layak huni, bagi yang baru mempunyai tanah harus milik sendiri dan tidak sengketa, memiliki SKEP Pensiun merupakan purnawirawan prajurit TNI, Anggota Polri, ASN Kemhan/ Polri atau Jandanya (Warakawuri). Khusus program bedah rumah Atambua ASABRI bekerja sama dengan Bank BTPN. Pada program ini Bank Pensiunan tersebut memberikan bantuan untuk merenovasi 10 rumah. Untuk program bedah rumah ini menghabiskan dana +/- 950 juta sd 1 Milyar.

Salah satu penerima bantuan dari Asabri dan BTPN adalah Kopda Romeo Beremali, 59. Pria kelahiran 2 Februari 1957 ini saat masih aktif dinas sebagai anggota TNI sempat bertugas sebagai personel intelijen di Tim Panther. Ia memilih Indonesia sebagai tanah air dan pindah ke Atambua bersama istri dan keenam anaknya. Bertahun-tahun Romeo dan keluarganya tinggal di rumah dengan dinding retak di sana-sini bahkan beberapa bagian sudut rumahnya rubuh dan ambrol. Usaha istrinya membuat dan menjual sendiri kain tenun adat (tais) di pasar tidak cukup untuk membiayai perbaikan rumah karena habis untuk keperluan sehari-hari.

Karena itu saya sangat bersyukur ketika pejabat dari Asabri memasukkan kami dalam daftar penerima bantuan rehabilitasi rumah. Pengerjaannya pun sangat cepat hanya satu bulan. Sekarang kami bisa hidup nyaman di rumah ini. Saya sangat berterima kasih kepada Asabri dan BTPN, tutur Romeo yang pensiun pada 2011 ini.

Sementara itu, Martina Da Luz, 58, seorang warakawuri, mengaku senang dengan hadirnya Asabri di Manubaun. Kalau rumah Romeo mendapat program rehabilitasi, rumah Martina dibangun kembali dari awal saking kondisinya yang sudah sangat tidak layak huni. Sudah hampir tiga tahun dinding-dinding rumah yang dibangun pada 2007 itu tidak ada lagi yang berbentuk. Agar kelima anaknya terhindar dari terik matahari dan hujan, Martina memasang dan terpal di sekelilinmg rumah. Triplek di bagian dalam dan terpal di bagian luar. Untunglah bagian atap masih utuh.

Rumah itu dibangun pada 2003. Tanahnya dibeli dari hasil pinjaman. Sebelum tinggal di sana, Martina dan keluarga hidup di kamp pengungsian di Desa Tenukiik, Atambua Selatan. Pada awal Januari 2016, seorang PNS dari Kodim 1605/Belu datang untuk mendata rumahnya. Pengerjaan dimulai pertengahan 2016 dan tuntas tak lebih dari sebulan. Kodim mengerahkan sejumlah personel TNI untuk membantu pembangunan kembali rumahnya. Kini janda dari mendiang personel Korem 164/Wira Dharma Dili Samcho Da Costa yang meninggal dalam usia 46 tahun karena TBC ini bisa hidup tenang di rumah baru bersama kelima anaknya.

Terima kasih Asabri. Kalau tidak ada penyaluran bantuan dari Asabri saat ini keluarga saya masih tinggal di rumah tanpa dinding, ungkap Martina penuh haru.*

Selain itu ASABRI juga memberikan bantuan kaki palsu untuk Florendo, beliau merupakan purnawirawan TNI yang menjadi korban ranjau saat bertugas di Timor Leste. Penyerahan kegiatan ini dilakukan pada hari Kamis 27/10/16 oleh Direktur Utama PT ASABRI (Persero) Sonny Widjaja yang diwakilkan oleh Zulkarnaen Effendi SH, MH selaku Kadiv PKBL. Kegiatan ini dihadiri juga oleh Dandim 1605/Belu, Kapolres Belu,Ketua DPC Pepabri Atambua, Ketua PP Polri Atambua, Bank BTPN, Bank Bukopin dan PT Pos dan Sesepuh Adat diwilayah setempat. Kedepan terkait dengan pembangunan sarana dan prasarana diharapkan masih berkesinambungan mengingat tujuan ASABRI untuk memberi kenyamanan dan mensejahterakan pesertanya.