Berita Utama

Asabri | Kamis, 01 Juni 2017

ASABRI hadir di Tapal Batas

Asabri | Kamis, 01 Juni 2017

ASABRI hadir di Tapal Batas

PT Asabri (Persero) menyerahkan bantuan 28 unit instalasi sanitasi dan air bersih kepada penduduk di sejumlah wilayah terluar perbatasan RI-Malaysia di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Pembangunan fasilitas sanitasi ini merupakan bagian dari bagian dari program PKBL ASABRI tahun 2016, dimana pada tahun tersebut sudah direncanakan pembangunan sebanyak 70 unit fasilitas sanitasi yang tersebar di seluruh Indonesia dalam BUMN Membangun Negeri.

Kepala Divisi PKBL PT. ASABRI Persero, Kol Purn Zulkarnaen Effendi, S.H, M.H mengatakan "Jadi kita ini menyelesaikan program untuk tahun 2016, dari 70 titik ini yang belum kita resmikan ada 28 titik. Dengan anggaran Rp 2,36 miliar untuk 28 titik ini. Jadi satu titik itu sekitar Rp 80 juta.Total semua untuk 70 titik pembangunan sarana dan prasarana ini sebesar Rp 6 miliar," ujar Zulkarnaen kepada wartawan yang meliput kegiatan tersebut, di Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (21/4).

Kehidupan masyarakat diwilayah perbatasan sampai dengan saat ini, khususnya terkait dengan kebutuhan air bersih memang cukup memprihatinkan.Masih banyak masyarakat disana yang masih mengandalkan air sungai ataupun sumber mata air yang jaraknya cukup jauh dari pemukiman untuk keperluan mandi, mencuci dan juga buang air, bahkan mereka sampai menampung air hujan untuk mecukupi semua kebutuhan akan air .

Kondisi inilah yang mendorong PT. ASABRI Persero untuk membangun fasilitas air bersih dan fasilitas sanitasi di wilayah perbatasan. Adanya fasilitas sanitasi ini, ASABRI berharap untuk dapat hidup sehat dengan air bersih dan kondisi kehidupan warga negara Indonesia di wilayah perbatasan bisa menjadi jauh lebih layak dan lebih baik.

"Dengan adanya fasilitas sanitasi ini, minimal warga bisa mandi dengan lebih tertata dan punya harga diri ketika sedang buang hajat. ASABRI melaksanakan fungsi tanggung jawab sosial dan moral terhadap masyarakat luas, dalam hal ini masyarakat perbatasan," ujar Zulkarnaen.

Dalam proses pengerjaan fasilitas sanitasi ini, PT ASABRI Persero dibantu oleh Komando Distrik Militer (Kodim) 0911/NNK. Prajurit-prajurit dari Kodim inilah yang banyak terlibat langsung di lapangan, mulai dari proses distribusi bahan bangunan hingga proses pembangunan sarana MCK itu sendiri.

Untuk kendala yang dihadapi selama proses pembangunan fasilitas MCK di Nunukan sejujurnya ada dua kendala penting yang utama, Pertama untuk pengangkutan bahan baku yang akan dipakai membangun sarpras tersebut menggunakan dua jalur ada yang lewat darat dan ada juga yang lewat laut dan 70 persen itu melalui laut dan jarak tempuh untuk titik-titik yang dibangun bukan jarak yang dekat bahkan ada yang harus menaiki speed boat yang memakan waktu antara 3 sampai dengan 4 jam. Kendala kedua adalah letak tanah. Ada beberapa tempat yang sangat sulit sekali dalam menemukan sumber mata air yang akan digunakan sehingga pihak Kodim yang membantu bergotong royong bersama masyarakat dalam membantu menemukan mata air yang akan digunakan.

Untuk pembangunan 28 fasilitas yang dibangun disebar di beberapa tempat diantaranya : Nunukan ada 5 unit MCK yang dibangun, di kecamatan Sei Menggaris ada sebanyak 2 unit MCK, dan di kecamatan Sebatik dibangun 5 unit MCK,Kemudian di kecamatan Sebuku dibangun 1 unit MCK, kecamatan Tulin Onsoi dibangun 3 unit MCK, di kecamatan Sembakung ada 5 unit MCK, kecamatan Atulai dibangun 1 unit MCK dan 1 unit MCK lainnya dibangun di kecamatan Lumbis. Tiap MCK yang dibangun ini terdiri dari 2 ruang kamar mandi, sumur bor, septic tank dan tandon air.

Masyarakat perbatasan yang daerahnya menerima bantuan fasilitas sanitasi dari ASABRI mengaku sangat senang dan merasa terbantu.

Rampires (31) warga desa Tator, kecamatan Nunukan mengatakan, sebelum adanya fasilitas yang dibangun oleh ASABRI kami bersama warga yang lainnya di desa Tator ini harus pergi ke sumber air yang jaraknya sekitar 200 meter di atas bukit untuk mendapatkan air bersih.Untuk keperluan buang air, mereka biasanya pergi ke sungai yang letaknya berada di sekitar desa. Jika tidak ingin buang air di sungai, mereka harus pergi ke wc umum yang jaraknya cukup jauh.

"Sekarang toilet ada sudah dibangun sama Bapak-bapak dari ASABRI. kami merasa senang. Air bersih ada sudah sekarang. Terima kasih ASABRI," ujar Rampires.

Untuk tahun ini, PT ASABRI akan kembali melanjutkan pembangunan di daerah daerah tertinggal, terpencil dan terdalam, pembangunan akan kami lanjutkan PKBL di 3 wilayah di Indonesia, yaitu di daerah Lembata, Nusa Tenggara Timur Nangroe Aceh Darussalam dan Papua Barat.

  1. ASABRI Persero akan fokus untuk pembangunan sarana sanitasi di wilayah Lembata, sementara di Nangroe Aceh Darussalam, pembangunan yang akan dilakukan lebih kepada pembangunan fasilitas listrik. Sedangkan di Papua Barat, PT. ASABRI akan bekerjasama dengan BUMN lainnya yaitu Pelindo 4 untuk membangun fasilitas sanitasi.Rencananya kami akan mulai survei ke daerah-daerah tersebut pada Mei 2017 mendatang, kedepan semoga apa yang kami telah bangun, dapatnya dirawat dengan baik dapat dipergunakan dengan sebagaimana mestinya untuk kepentingan bersama dan dapat bermanfaat.
BERITA UTAMA