Berita Utama

Asabri | Kamis, 01 Juni 2017

ASABRI Memberikan SRKK status Gugur kepada Anggota Polri korban Bom Kampung Melayu

Asabri | Kamis, 01 Juni 2017

ASABRI Memberikan SRKK status Gugur kepada Anggota Polri korban Bom Kampung Melayu

Taufan Tsunami. Almarhum merupakan satu dari 1.603 yang lulus penerimaan calon Bintara di Polda Metro Jaya pada 2014 lalu. Dari jumlah itu, 662 mengikuti pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Batua Makassar. Taufan, sebelumnya ia mempunyai cita-cita untuk menjadi Dokter Hewan. Pada saat ia masuk sekolah SMU di sekolahnya banyak rekan-rekannya yang mempunyai orang tua Polisi dan ia banyak melihat kegiatan Kepolisian. Cita-cita untuk menjadi dokter pun ia belokkan, saat itu ia berkata kepada Ibundanya Setelah lulus SMU saya akan menjadi Polisi Umi, . Awalnya ibunda Alm tidak mengizinkan anaknya ingin masuk di kepolisian tetapi karena semangat dan tekad yang kuat dari Taufan, Ibundanya pun mengizinkan. Pada saat pendidikan ia selalu mengabarkan yang baik-baik saja kepada ibundanya sehingga hati beliau tenang. Sepulangnnya dari pendidikan ia memeluk erat ibundanya dan alm sangat bangga sekali bisa bergabung masuk di Kepolisian.

Sesaat sebelum musibah terjadi Alm sempat menelfon ibundanya dan menanyakan kabarnya, dan ibunda meminta dibawakan durian yang besar, Taufan juga berpesan kepada adiknya untuk dibelikan sate dan dibuatkan indomie, tetapi takdir berkata Ibunda Alm mendapat kabar bahwa anak tercinta mengalami musibah pada saat bertugas. Taufan Tsunami merupakan anak ke 2 dari 3 bersaudara dan anak laki-laki satu-satunya ia bertugas di Polda Metro Jaya semasa hidupnya. Ia gugur dalam menjalankan tugasnya terkena ledakan bom di Kampung Melayu.

Ibu Pertiwi kembali menangis 3 putra terbaik bangsa gugur saat bertugas. Rabu 24/5/17 Jakarta kembali lagi mendapat teror bom dari oknum yang tidak bertanggung jawab, bom meledak di kawasan terminal Kampung Melayu, dimana pada saat itu sedang ada kegiatan Pawai Obor. Dalam kejadian tersebut banyak korban yang menderita luka-luka bahkan sampai meninggal. Korban bercampur antara masyarakat maupun petugas.

Pada saat peristiwa bom tersebut 3 anggota Polri yang sedang bertugas diantaranya Bripda Taufan Tsunami, Bripda Ridho Setiawan dan Bripda Iwan Gilang, pada malam itu gugur dalam menjalankan Tugas Negara, pengabdian yang tulus hingga nyawa pun mereka korbankan semata untuk negeri tercinta.

Pasca peristiwa bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu yang menewaskan tiga orang angota Kepolisian, Badan Usaha Milik Negara PT.ASABRI Persero melaksanakan kewajibannya memberikan santunan kepada keluarga korban. ASABRI melakukan upaya jemput bola ini agar peserta dapat memperoleh hak-hak nya dengan tepat waktu dan dapat bermanfaat. Winarno (Kadiv Pelayanan) bersama tim ASABRI mendatangi rumah Briptu Anumerta, Taufan Tsunami salah satu korban bom Kampung Melayu, bertempat di Kranggan Wetan rt.02 rw.10 Kelurahan Jati Rangga, Jatisampurna, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat 26/05/17. Almarhum mendapatkan Santunan Risiko Kematian Khusus status Gugur dan Nilai Tunai Tabungan Asuransi kepada Busono Herry yang merupakan Ayah kandungnya. Penyerahan Manfaat Asuransi juga didampingi oleh Kombes Kristiono, AKBP Rita dan Tim dari Mabes Polri.

Direksi dan Segenap Keluarga Besar PT ASABRI (Persero) turut berduka cita yang sedalam-dalamnya semoga putra terbaik yang gugur dalam bertugas mendapat tempat yang terindah di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan akan diberikan kekuatan dan kemudahan dalam melanjutkan kehidupannya.